CETAK GENERASI BERAKHLAK MULIA, SMAN 1 PARAKAN AJAK GEN-Z TELADANI NABI DAN JAUHI PERILAKU TOXIC

CETAK GENERASI BERAKHLAK MULIA, SMAN 1 PARAKAN AJAK GEN-Z TELADANI NABI DAN JAUHI PERILAKU TOXIC

Tahun ajaran baru 2026 di SMA Negeri 1 Parakan dibuka dengan semangat yang luar biasa. Setelah menyambut murid baru pada bulan Juli lalu, kemeriahan berlanjut di bulan Agustus. Sekolah menggelar rangkaian agenda seru untuk memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-81 kemudian berlanjut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Puncak peringatan Maulid Nabi diisi melalui Seminar Islami kekinian bertajuk Gen-Z Anti Toxic: Meneladani Rasulullah dari Akhlak Hingga Prestasi. SMA Negeri 1 Parakan menghadirkan Ustadz Saiful Bahri, S.Pd., seorang muballigh dan motivator kondang yang kiprahnya sudah sangat populer di kawasan Temanggung, Magelang bahkan sekitar Yogyakarta.

Begitu sesi formal usai, Eka Chintya Ulfa (siswi kelas XII-2) selaku moderator langsung memandu acara dengan penuh antusias dan menyerahkan panggung kepada Ustadz Saiful Bahri, S.Pd. untuk menyampaikan materinya yang berjudul “Gen-Z Anti Toxic: Belajar Akhlak Rasulullah di Era Digital”.

Ustadz Saiful, sapaan beliau, membuka tausiyahnya dengan melemparkan pertanyaan interaktif seputar makna anti-toxic kepada seluruh siswa Muslim yang hadir. Suasana langsung terasa hidup saat seorang siswa dengan berani menerima tantangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa anti-toxic adalah langkah nyata membangun budaya saling mendukung (supportive), menjaga tutur kata, merangkul perbedaan, serta menciptakan ruang yang aman bagi kesehatan mental sesama teman.

Beliau kemudian membedah berbagai bentuk perilaku toxic yang kerap tak disadari, seperti merendahkan sesama, bullying, body shaming, menebar gosip, mengetik komentar pedas di media sosial, hingga gampang tersulut emosi. “Jangan cuma bertanya siapa yang toxic di sekitar kita, tapi tanyalah pada diri sendiri: apakah aku pernah jadi sosok yang toxic bagi orang lain?” tegas beliau.

Sebagai benteng menanggulangi Gen-Z Anti Toxic, Ustadz Saiful mengutip hadits sekaligus sikap Rasulullah: “Aku (Abu Abdillah al-Jadali) pernah bertanya kepada Aisyah tentang akhlak Rasulullah. Ia menjawab: ‘Beliau bukanlah orang yang berkata keji, bukan pula orang yang berbuat keji, tidak suka berteriak-teriak di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan dan berlapang dada.” (HR. Tirmidzi).

Beliau mengajak para siswa SMA Negeri 1 Parakan memegang teguh prinsip “Jangan Membalas Keburukan dengan Keburukan”. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan tindakan: ketika orang lain berkata kasar, kita harus tetap santun. Ketika dibully, jangan ikut membully. Jika dihina, kita tidak membalas dengan hinaan. Dan ketika diprovokasi, kita belajar mengendalikan diri.

Sebelum mengakhiri, Ustadz Saiful menawarkan challenge cepat 7 Hari menjadi Gen-Z Anti Toxic: [1] Stop komentar kasar, [2] Jangan ikut bullying, [3] Berpikir sebelum posting, [4] Jangan sebarkan aib orang lain, [5] Belajar memaafkan, [6] Jaga ucapan kepada teman dan keluarga, [7] Perbanyak shalawat dan teladani akhlak Rasulullah.

Seminar Islami ini berlangsung super interaktif dan jauh dari kesan membosankan. Diskusi berjalan terbuka, bahkan para siswa yang aktif bertanya langsung mendapatkan voucher belanja menarik. Acara pun sukses digelar dari awal hingga akhir. Dengan mengikuti acara ini, semoga kita mendapatkan syafaat Rasulullah di hari akhir kelak. Aamiiin….

Nara Sumber : Uztads Saiful Bahri, S.Pd

Berita Terkait

Agenda